Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Oktober 2009

Teroris Digerebek, Ciputat Macet, Cari Jalur Alternatif

0 komentar
TANGERANG, KOMPAS.com — Penggerebekan teroris oleh Tim Densus 88 Antiteror di kawasan Ciputat mengakibatkan arus lalu lintas di sejumlah jalan raya di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (9/10), mengalami kemacetan parah. "Biasanya tidak sampai semacet ini," kata seorang warga, Lulu Fitri, di Ciputat, Jumat.

Lulu memaparkan, saat keluar menjelang waktu shalat Jumat, kepadatan arus lalu lintas telah terjadi antara Pasar Ciputat hingga kawasan Gintung.


Ia baru mengetahui bahwa kemacetan tersebut merupakan dampak dari operasi penggerebekan yang dilakukan Densus 88. "Saya baru tahu setelah melihat dari televisi," katanya.

Sementara itu, pantauan Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya saat ini menunjukkan bahwa arus lalu lintas padat merayap di Jalan Ciputat Raya, baik dari arah Pasar Jumat ke Ciputat maupun sebaliknya.

Menurut TMC, kemacetan tersebut diakibatkan banyak warga yang ingin melihat lokasi penggerebekan yang terletak di Jalan Semanggi II, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten.

Untuk itu, para pengguna jalan raya diimbau untuk menghindari jalan raya di kawasan Ciputat dan sekitarnya serta bisa mengambil jalur alternatif agar tidak terjebak dalam kemacetan.

Sebelumnya, dua buronan teroris yang diduga Syaifudin Zuhri (36) dan Mohammad Syahrir (41) tewas ditembak Tim Densus 88 di lokasi penggerebekan pada sekitar pukul 11.00.

Saat ini, jenazah kedua teroris yang terlibat peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton pada 17 Juli 2009 itu telah berada di kamar mayat Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani proses identifikasi mayat oleh tim forensik.

Sumber: www.kompas.com

Akhir Pelarian Sang Penerus Noordin M Top

0 komentar
JAKARTA - Tersangka teroris Syaifudin Zuhri bin Djaelani Irsyad diburu oleh Detasemen 88 Antiteror Polri sejak ledakan bom yang mengguncang Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton 17 Juli lalu. Zuhri merupakan perekrut pengantin -istilah untuk pelaku bom bunuh diri- Dani Dwi Permana (18) dan Ikhwan Maulana alias Nana (28).

Pria dengan tinggi 165 sentimeter ini pernah tinggal di Perumahan Telaga Kahuripan Candraloka RT 003 RW 010, Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Menurut penuturan warga sekitar, Zuhri menempati rumah yang berlokasi di Blok CC nomor 6 sejak tahun 2006.

Karena kepintarannya dalam bidang agama, Zuhri ditunjuk sebagai Imam Masjid As Surur yang tak jauh dari kediamannya. Di tempat inilah anak keenam dari delapan bersaudara ini pertama kali bertemu Dani dan Nana yang kerap bertandang untuk mengikuti pengajian.

Untuk memperdalam pengaruh ajarannya, Syaifuddin tak segan mengajak pemuda setempat untuk berkemah di luar kota.

Sebelum aksi teror di Hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton, Zuhri dengan tekun mendampingi Dani dan Nana untuk survei lokasi peledakan. Sosok Zuhri terlihat dalam rekaman yang tersimpan dalam komputer jinjing Noordin M Top yang disita polisi dalam penyergapan di Solo 17 September 2009.

Dalam rekaman tertanggal 21 Juni 2009 pukul 07.30 WIB itu tampak Dani dan Nana sedang pura-pura berolahraga di depan Hotel Ritz-Carlton. Mereka bercakap-cakap dan bercanda dengan si pengambil gambar yang tak lain adalah Syaifudin Zuhri.

Zuhri kembali mendatangi lokasi tersebut bersama Dani dan Nana tanggal 28 Juni 2009 pukul 17.40 WIB.

Sejumlah pengamat meyakini, Syaifudin Zuhri kandidat terkuat untuk menggantikan posisi Noordin M Top yang tewas ditembak polisi di Solo. Pasca-ledakan bom Juli lalu, Zuhri menghilang bersama Mohamad Syahrir, kakak kandungnya. Mereka kemudian dinyatakan masuk daftar pencarian orang oleh polisi.

Mohamad Syahrir alias Aing kelahiran Jakarta 25 Juni 1968. Aing beralamat di Komplek Garuda Blok C1 No 6 RT 06 RW 16 Kampung Melayu Teluk Naga, Tangerang. Sementara orang tua mereka tinggal di Jalan Giring-Giring II/104, Sukmajaya, Depok.

Aing memiliki keahlian spesifik dalam bidang mesin pesawat. Dia merepakan teknisi pesawat yang tergabung dalam Ikatan Teknisi Pesawat Udara Indonesia. Pria berumur 41 tahun ini tercatat sebagai lulusan STM Penerbangan Jakarta tahun 1988 dan pernah bekerja di maskapai Garuda Indonesia dan Adam Air serta Air Effatha.

Mohamad Syahrir adalah anak ketiga dari delapan bersaudara. Saudara-saudaranya yang lain ialah Dermo (46), Anugrah (43), Sabil Kurniawan (38), Sucihani (35), Syaifudin (32), Subhi (26), dan Eri (23).

Aksi teror Juli lalu tak hanya melibatkan dua bersaudara ini. Mereka turut mengajak ipar mereka, Ibrohim yang tewas dalam penggerebekan di Temanggung. Ibrahim berprofesi sebagai penata bunga (florist) di Hotel Ritz Carlton. Sebelumnya, pria yang aktif di Jamaah Islamiyah (JI) sejak tahun 2000 itu juga pernah bekerja di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Selatan.

Namun, sepak terjang mereka berakhir hari ini di Kelurahan Cempaka Putih, Jalan Ciputat Raya, Tangerang Selatan, Banten. Keduanya tewas ditembak pasukan Densus 88 Polri.

Sumber : www.okezone.com

Kapolri: Teroris Ciputat Insya Allah Zuhri & Syahrir

0 komentar
JAKARTA - Buronan tersangka teroris Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir dikabarkan ditembak oleh pasukan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di Kelurahan Cempaka Putih, Jalan Ciputat Raya, Tangerang Selatan, Banten.

Saat wartawan mengkonfirmasi hal tersebut kepada Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dia hanya mengangkat jempol tangannya. "Insya allah, insya allah," ujarnya di Mabes Polsri, Jalan Trunojoyo Jakarta, Jumat (9/10/2009).

Kapolri mengatakan pihaknya akan memberikan keterangan lebih rinci nanti sore pukul 17.00 WIB di Mabes Polri. Ditanya kembali apakah yang digerebek teroris, Kapolri mengatakan, "Iya, pasti."

Sebelumnya, penggerebekan dilakukan Densus 88 sekira pukul 11.30 WIB-12.00 WIB. Sebuah ledakan diikuti rentetan tembakan terdengar dari lokasi kejadian. Yang pasti, penggerebekan tersebut untuk mengejar pelaku teror.

Dalam penggerebekan tersebut, dua orang dikabarkan tewas. Namun belum diketahui identitas dari dua orang yang tewas tersebut.(abe)(kem)

Sumber: www.okezone.com

Puluhan Ribu Buku Perpustakaan Sumbar Tertimbun

0 komentar
Padang (ANTARA) - Puluhan ribu judul buku yang ada di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), tertimbun reruntuhan bangunan kantor berlantai empat itu, pascagempa Rabu (30/9).

"Kami baru bisa menyelamatkan sekitar 5 persen buku-buku koleksi yang ada di pustaka," kata Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumbar, Eka Nuzla, di Padang, Jumat.

Dia mengatakan, sejak Sabtu (3/10), karyawan perpustakaan mencoba mengumpulkan buku-buku di bekas reruntuhan kantor yang beralamat di Jalan Diponegoro No 4 Padang itu.

Buku-buku tersebut kemudian dibawa ke Kantor Arsip Sumbar di Jalan Pramuka 4 no 2 Padang.

"Saat ini perpustakan kami pindahkan ke kantor arsip," kata Eka.

Gempa dahsyat yang menimpa Sumbar itu, kata dia, juga mengakibatkan satu mobil pustaka keliling hancur.

Akibat peristiwa itu, kata dia, aktivitas pustaka Sumbar lumpuh.

Eka mengaku belum bisa menaksir berapa kerugian akibat gempa tersebut.

"Bangunan kantor saja sekitar Rp8 miliar, belum lagi pustaka dan semua isinya," kata dia.

Badan Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar memiliki koleksi 89.289 judul buku, dengan jumlah buku sebanyak 474.173 eksemplar.

Sebelum peristiwa gempa, jumlah kunjungan masyarakat ke pustaka selalu mengalami peningkatan. Pada 2005, jumlah pengunjung ke Perpustakaan Sumbar sebanyak 112.730 orang. Pada 2006 naik menjadi 123.384 orang, 2007 menjadi 153.231 orang dan 2008 meningkat menjadi 166.307 orang.

Dalam musibah gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter (SR) tersebut, menurut Eka, tidak ada pengunjung dan karyawan pustaka yang menjadi korban.

Gempa paling parah menimpa wilayah Kota Padang, Padangpariaman, dan Agam. Musibah itu diperkirakan menelan korban sekitar 1.000 orang yang tertimbun reruntuhan bangunan dan longsoran tanah.

Sumber: www.antara.co.id

Dua Teroris Dikabarkan Tewas, Kapolri Acungkan Jempol

0 komentar
JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri membenarkan telah terjadi penggerebakan kelompok teroris oleh tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri di Ciputat, Jakarta, Jumat (9/10).

"Hasil penyelidikan di lapangan, ya," ujarnya singkat. Jenderal bintang empat tersebut berjanji akan mengungkapkan kronologis peristiwa penggerebekan tersebut. "Hari ini. Jam 5 ya. Saya rapat dulu soalnya," tuturnya.

Saat ditanya apakah dua di antara kelompok teroris yang berhasil di lumpuhkan tersebut, Bambang Hendarso Danuri hanya tersenyum seraya mengacungkan jempol kanannya. "Insya Allah, nantinya," ujarnya.

Penggerebekan teroris terjadi di dua titik di daerah Ciputat. Berdasarkan informasi yang di dapat persda network, titik penggerebekan terletak di bawah fly over Ciputat dan di belakang Mega Mall, Ciputat.

Sumber: www.kompas.com

Laptop si Noordin: (Apakah) Malaysia Musuh Indonesia?

1 komentar
Diantara dokumen tertulis manual cara merakit dan mengebon yang diduga sudah di gandakan dan disebarkan oleh Noordin dan pengikutnya Ada juga Petunjuk Observasi Medan, Pengintaian, Menghindari Musuh, dan Manual Jejaring Organisasi yang di pimpin oleh Noordin selama ini.

inilah bocoran isi laptop yang di temukan saat penggerbekan gembong teroris Noordin M. Top:

1. Ditemukan file dokumen dalam bahasa indonesia berformaaf pdf (adobe acrobat) menguraikan secara rinci cara mencari bahan, merakit, meledakkan bom.

2. Ada bab Tadrid Takhasus yang menguraikan segala petunjuk tinggkat mahir penggunaan segala jenis senjata api, cara menyimpan, membawa ke target saat pelaksanaan amaliat.

3. Manual taktik strategi berberang diperkirakan bersumber dari kitab Mudzakaratul Amni milik Tandzim Al-qaida yang isisnya dinilai berkualitas.

4. Di bab tentang intelijen, isinya seperti menyalin buku mausuah Jihad Afghan.

5. Dokumen Alqaida Asia Tenggara dalam bahasa arab yang menyebutkan prosedur kaderisasi dan langkah langkah menyelamatkan organisasi.

6. Dokumen pengkuan Tandzim Alqaida di Afghanistan terhadap kepemimpinan Noordin M. Top, Muhammad Syahrir, Syaefuddin jaelani dan Ibrohim Muharram sebagai pimpinan Al-Qaida Asia tenggara.

7. Pernyataan Al_Qaida yang memberikan dukungan dan pembelaan terhadap tindakan kelompok Noordin di Asia tenggara.

Mengapa Noordin M.Top Diindikasi Intelejen Asing

Berbagai macam rangkaian aksi pengeboman yang di lakukan oleh jaringan Noordin M Top terdapat banyak kejanggalan-kejanggalan, dan menuai kontroversi bebagai pihak maupun dari beberapa pengamat di bangsa ini diantaranya Noordin M.Top Diduga Intelejen Asing, Pengeboman Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton Jumat (17/7) disinyalir didalangi oleh intelegen asing yang sengaja disusupkan di Indonesia. Salah satunya adalah teroris kawakan bernama Noordin M. Top. Banyak pihak dan pengamat menduga Noordin M. Top sengaja disusupkan ke Indonesia untuk menganggu keamanan dan perekonomian Indonesia.

Dari beberapa komentar pengamat dan elitis di negeri ini terangkum, Noordin M. Top sengaja disusupkan oleh Malaysia untuk melakukan serangkaian pengeboman di Indonesia.

Berikut beberapa alasan yang mendasari dugaan Nurdin M.Top sebagai Intelegen Malaysia:

1. Noordin M. Top warga negara Malaysia.

2. Salah seorang teroris yang berhasil dilumpuhkan dan terbunuh di Indonesia yakni Dr. Ashari juga merupakan warga Malaysia.

3. Pembantu terdekat atau tangan kanan Noordin M. Top yang bernama Zulkifli juga merupakan warga Malaysia.

4. Noordin M. Top dan jaringan teroris lainnya tidak pernah melakukan pengeboman di wilayah Malaysia, padahal Malaysia juga bertebaran lokasi maksiat seperti Genting Highland dan lainnya.

5. Noordin M. Top dan jaringan lainnya tidak pernah melakukan pengeboman di wilayah Malaysia yang lokasinya merupakan daerah wisata yang banyak dikunjungi turis-turis asing.

6. Pengamanan Hotel dan lokasi-lokasi strategis di Malaysia relatif longgar dibandingkan dengan pengamanan hotel di Indonesia yang setiap melewati pintu pasti akan digeledah habis. Mengapa dengan pengamanan yang begitu longgar para teroris tidak berminat menggunakan Malaysia sebagai lokasi teror?

7. Aparat kepolisian di Malaysia tidak terlalu tertarik untuk menyelediki keterlibatan Noordin M. Top sebagai dalang teroris di Indonesia, fakta ini bisa dilihat tidak ada upaya dari aparat kepolisian selama ini untuk mendalami hubungan Noordin M.Top dengan keluarganya di Malaysia. Bayangkan dengan kebijakan Pemerintah Indonesia, dugaan seseorang yang dituduh sebagai teroris maka saat itu juga aparat keamanan akan mengamankan keluarga teroris yang dituduh.

8. Pemerintah Malaysia belum pernah melakukan pendekatan kepada keluarga Noordin M. Top agar keluarga Noordin M. Top mengimbau secara luas melalui berbagai media agar Noordin M.Top tidak lagi membunuhi orang di Indonesia.

9. Mendagri Malaysia Hishammuddin Hussein seperti dimuat diharian Kompas selasa (21/7) menyatakan belum ada petunjuk yang nyata Noordin M Top, warganegara Malaysia, berada di balik dua bom bunuh diri di Jakarta. Apakah Mendagri Malaysia sudah melakukan investigasi lengkap hingga mampu mengeluarkan pernyataan sepenting ini, lebih cepat daripada pihak berwajib di Indonesia? Apakah badan intelijen dan kepolisian Malaysia lebih hebat daripada BIN dan Kepolisian Indonesia, sehingga Malaysia sudah tahu Noordin M Top tak terlibat pengeboman Marriot-Carlton II pada 17 Juli 2009?

10. Adanya upaya perebutan pengaruh saat menjamu Manchester United (MU). Malaysia hendak membuktikan bahwa negaranya lebih aman dari Indonesia. ( analisis Anggota Komisi I DPR RI Ali Mochtar Ngabalin )

11. Sumber dana operasional Noordin M. Top diduga berasal dari luar Negeri

12. Saat ini Indonesia sedang giat-giatnya mempromosikan kunjungan wisata Indonesia, dan jika ini sukses dampaknya akan mempengaruhi kunjungan wisata ke Malaysia. Salah satu upaya untuk menghancurkan pariwisata Indonesia adalah dengan melakukan pengeboman dilokasi yang identik dengan tamu asing.

Rabu, 07 Oktober 2009

FOTO: Menunggu Bantuan

0 komentar
KOMPAS.com — Wada, seorang pengungsi yang rumahnya hancur, meminta belas kasihan pengguna jalan di Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Rabu (7/10). Kerusakan bangunan yang parah membuat banyak stok bahan makanan hilang, dan warga sangat mengandalkan bantuan dari pihak luar.

Selasa, 06 Oktober 2009

101 Warga Masih Tertimbun Longsor

0 komentar
Tanjungpinang (ANTARA) - Jumlah warga Kanagarian Tandikek, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, yang masih tertimbun longsor atau hilang mungkin 101 orang, kata Junaidi (29), warga setempat, Selasa malam.

"Data tersebut berdasarkan laporan dari dua Korong (semacam desa di dalam kanagarian) yang tertimbun longsor yaitu Korong Lareh Nan Panjang dan Korong Lubuak Laweh, ke Kantor Kanagarian Tandikek," kata Junaidi, saat dihubungi ANTARA dari Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Ia mengatakan jumlah warga yang tertimbun longsor berdasarkan data terbaru sekitar 236 orang dan 60 orang diantaranya berhasil selamat sesaat setelah longsor dengan kondisi luka berat.

"Sedangkan yang ditemukan oleh tim SAR dan masyarakat dalam kondisi meninggal sebanyak 75 orang," ujarnya.

Junaidi yang sedang berada di posko Kantor Kanagarian Tandikek mengatakan, data tersebut bisa berubah karena ada kemungkinan warga dari daerah lain atau pendatang sedang berada di sana pada saat gempa dan longsor terjadi pada 30 September 2009.

"Karena pada saat itu ada warga yang sedang melangsungkan pesta pernikahan," ujarnya.

Menurut dia, ada juga kemungkinan warga lain yang pulang dari bertani atau tukang ojek yang sedang melintas di jalan yang terkena longsor.

"Namun yang jelas, warga Tandikek di kedua Korong tersebut yang terdata berdasarkan jumlah kepala keluarga (KK) adalah sebanyak 101 orang yang masih hilang atau tertimbun," tambahnya.

Pencarian korban tertimbun longsor menurut dia, berdasarkan informasi dari kabupaten akan dilangsungkan sampai besok (Rabu).

"Namun sebagian warga berharap pencarian tetap diperpanjang untuk menemukan korban," harapnya.

Evakuasi terhadap korban tertimbun longsor menurut dia juga dibantu dari relawan dari berbagai negara seperti, Qatar, Thailand, Jepang, Malaysia, Jerman dan Amerika Serikat.

"Mereka memiliki alat untuk mendeteksi korban yang tertimbun longsor," ujarnya.

Bantuan menurut dia, sampai saat ini sudah banyak yang datang dari berbagai relawan dan pemerintah.

"Kami bersyukur sudah mendapatkan bantuan makanan, obat-obatan dan pakaian yang sangat dibutuhkan masyarakat," ujarnya.

Sumber: www.antara.co.id

Evakuasi Penyelamatan Dihentikan

0 komentar
TEMPO Interaktif, Padang - Evakuasi penyelamatan korban gempa di Padang dihentikan karena kecil kemungkinan ada korban yang masih hidup hingga hari kelima gempa. Tim kini berfokus pada evakuasi jenazah dan pembersihan puing-puing bangunan.

"Kalau perhitungan kita, ini kan hari kelima, tidak akan hidup lagi kalau berada di bawah reruntuhan," kata Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi, di Posko Satkorlak Sumatera Barat, Senin (5/10).

Gamawan mengatakan keputusan ini dilakukan karena kecil kemungkinan ada korban yang hidup di bawah reruntuhan selama lima hari. Proses evakuasi akan terus dilakukan, tetapi ditujukan untuk mengangkat jenasah dan membersihkan puing bangunan.

Dengan berubahnya target evakuasi, maka proses akan berlangsung lebih cepat. "Diperkirakan dalam dua minggu reruntuhan bangunan di Kota Padang akan selesai dibersihkan," katanya.

Saat ini bau anyir masih tercium di sejumlah sudut Kota Padang, terutama lokasi yang terdapat reruntuhan bangunan bertingkat seperti di sekitar Hotel Ambacang dan Hotel Bumi Minang. Hujan deras yang mengguyur Kota Padang semalaman membuat mayat cepat membusuk sehingga aroma bau pun semakin kuat.

Khusus untuk evakuasi jenazah di Hotel Ambacang, tim mengerahkan lima eskavator untuk menggali reruntuhan. Komandan Collapse Structure Search and Rescue (CSSR) Basarnas Setiawan Gerda mengatakan karena sudah tidak ada korban yang diduga masih hidup, tim memutuskan untuk merobohkan sisa bangunan yang masih berdiri untuk memudahkan penggalian. "Sangat kecil kemungkinannya," kata dia.

NININ DAMAYANTI


Sumber: tempointeraktif.com

Tak Ada Diskriminasi Korban Gempa

0 komentar
PADANG, KOMPAS.com - Ketua Harian Sarkorlak Penang-gulangan Bencana Sumatera Barat (Sumbar), Marlis Rahman menegaskan, tidak ada diskriminasi evakuasi korban gempa bagi warga keturunan di Kota Padang, dan semua korban diperlakukan sama sebagai warga negara Indonesia.

"Tidak ada diskriminasi pencarian korban di kawasan warga keturunan," tegasnya di Padang, Selasa.


Hal itu ditegaskannya, menanggapi isu berkembang di dunia internasional yang menuding telah terjadi diskriminasi evakuasi korban gempa dari warga keturunan.

Menurut dia, pada hari pertama pascagempa pimpinan daerah telah mendatangi kawasan permukiman warga keturunan untuk mengetahui kondisi di lapangan dan menentukan bentuk bantuan yang harus segera dilakukan.

Ia mengakui, cukup banyak bangunan bertingkat yang roboh di kawasan warga keturunan yang lama dibersihkan sekaligus evakuasi terhadap adanya korban yang diperkirakan ikut tertimbun.

Personil TNI juga sudah banyak berada di kawasan keturunan itu, namun mereka tidak bisa melakukan pembersihan karena belum ada izin dari pemilik, tambahnya.

"Tim SAR tentu tidak bisa main bongkar saja, tanpa izin pemilik karena dikhawatirkan barang-barang yang selamat akan hilang," kata Marlis yang juga Wakil Gubernur Sumbar itu.

Sedangkan para pemilik bangunan banyak yang mengungsi Ke Jakarta hingga Singapura, tambahnya. Ia meminta, semua pihak tidak terpancing isu diskriminasi yang dihembuskan pihak-pihak tidak bertanggungjawab dan tanpa kebenaran di lapangan.

Sumber : www.kompas.com

Kassian, Fotografer Pertama Indonesia

0 komentar
Kassian Cephas (15 Februari 1844 - 1912) dapat dianggap sebagai pelopor fotografi Indonesia. Ia adalah seorang pribumi yang kemudian diangkat anak oleh pasangan Adrianus Schalk dan Eta Philipina Kreeft. Nama Kassian Cephas mulai terlacak dengan karya fotografi tertuanya buatan tahun 1875.

Cephas lahir dari pasangan Kartodrono dan Minah. Ada juga yang mengatakan bahwa ia adalah anak angkat dari orang Belanda yang bernama Frederik Bernard Fr. Schalk. Cephas banyak menghabiskan masa kanak-kanaknya di rumah Christina Petronella Steven.
Cephas mulai belajar menjadi fotografer profesional pada tahun 1860-an. Ia sempat magang pada Isidore van Kinsbergen, fotografer yang bekerja di Jawa Tengah sekitar tahun 1863-1875. Tapi berita kematian Cephas di tahun 1912 menyebutkan bahwa ia belajar fotografi kepada seseorang yang bernama Simon Willem Camerik.

Publikasi luas foto-foto Cephas dimulai pada tahun 1888 ketika ia membantu membuat foto-foto untuk buku karya Isaäc Groneman, seorang dokter yang banyak membuat buku-buku tentang budaya Jawa, yang berjudul: In den Kedaton te Jogjakarta. Pada buku karya Groneman yang lain: De Garebeg's te Ngajogjakarta, karya-karya foto Cephas juga ada disitu.

Dengan kamera barunya yang bisa dipakai untuk membuat "photographe instanee", Cephas mulai menjual karya-karya fotonya. Sejak itu karya-karyanya mulai dikenal dan dipakai sebagai suvenir atau oleh-oleh bagi para masyarakat elit Belanda ketika mereka akan pergi ke luar kota atau ke Eropa. Misalnya ketika JM. Pijnaker Hordijk, pemilik sewa dan seorang Vrijmetselaar terkemuka akan meninggalkan Yogyakarta, ia diberi hadiah album indah berisi kompilasi karya-karya foto Cephas dengan cover indah yang dilukis oleh Cephas sendiri dan bertuliskan "Souvenir von Jogjakarta". Album-album semacam itu yang berisi foto-foto sultan dan keluarganya juga kerap diberikan sebagai hadiah untuk pejabat pemerintahan seperti residen dan asisten residen. Keadaan seperti ini tentunya membuat Cephas dikenal luas masyarakat kelas tinggi, dan memberinya keleluasaan bergaul di lingkungan mereka.

Cephas mulai bekerja sebagai fotografer kraton pada masa kekuasaan Sultan Hamengkubuwono VII. Karena kedekatannya dengan pihak kraton maka ia bisa memotret momen-momen khusus yang hanya diadakan di kraton semisal tari-tarian untuk kepentingan buku karya Groneman.

Cephas juga membantu pemotretan untuk penelitian monumen kuno peninggalan zaman Hindu-Jawa yaitu kompleks Candi Loro Jonggrang di Prambanan yang dilakukan oleh Archaeologische Vereeniging di Yogyakarta. Proyek ini berlangsung tahun 1889-1890. Dalam bekerja, Kassian Cephas banyak dibantu Sem, anak laki-lakinya yang paling tertarik pada dunia fotografi seperti ayahnya. Kassian Cephas memotret sementara Sem menggambar profil bangunannya.

Ia juga membantu memotret untuk lembaga yang sama ketika dasar tersembunyi Candi Borobudur mulai ditemukan. Ada sekitar 300 foto yang dibuat Cephas untuk penggalian ini. Pemerintah Belanda mengalokasikan dana 9000 gulden untuk penelitian ini. Cephas dibayar 10 gulden per lembar fotonya. Cephas mengantongi 3000 gulden (sepertiga dari seluruh uang penelitian). Jumlah yang sangat besar untuk ukuran waktu itu.

Cephas adalah pribumi satu-satunya yang berhasil menguasai alat peradaban modern, itu juga yang membuatnya diakui di kalangan golongan masyarakat kelas tinggi. Buktinya ia bisa menjadi anggota istimewa Perkumpulan Batavia yang terkenal itu. Tahun 1896 ia dinominasikan menjadi anggota KITLV (Lembaga Linguistik dan Antropologi Kerajaan) atas dedikasinya memotret untuk penelitian Archaeologiche Vereeniging. Ia benar-benar diterima menjadi anggota KITLV pada tanggal 15 Juni 1896. Ketika Raja Chulalongkorn dari Thailand berkunjung ke Yogyakarta tahun 1896, ia mendapat hadiah berupa tiga buah kancing permata. Bahkan Ratu Wilhelmina dari Belanda memberi penghargaan berupa medali emas Oranje-Nassau kepada Cephas pada tahun 1901.

Cephas sendiri sudah sejak tahun 1888 memulai prosedur untuk mendapatkan status "gelijkgesteld met Europeanen" atau "disetarakan dengan kaum Eropa" untuk dirinya sendiri dan anak-anak laki-lakinya: Sem dan Fares; suatu prosedur yang dimungkinkan oleh UU Kewarganegaraan Hindia Belanda pada masa itu.

Beberapa hasil fotografinya:

 
 

 
 
 
 
 

Sumber: www.kaskus.us

Senin, 05 Oktober 2009

Bantuan untuk Korban Gempa Diberangkatkan dari Tanjung Priok

0 komentar
JAKARTA, KOMPAS.com - Bantuan untuk korban gempa Sumatera Barat dari berbagai pihak sudah mulai dikirim dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Padang, Senin (5/10) petang, dengan menggunakan dua kapal.

Dua kapal, yakni KM Sinabung yang mengangkut relawan dan KM Marina Star 2 yang mengangkut 81 kontainer berisi berbagai macam bantuan masyarakat dilepas oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut Sunaryo. ”Pengangkutan semua bantuan ini gratis, termasuk bongkar muat di Pelabuhan,” kata Sunaryo. Diperkirakan, kapal akan tiba di Padang, Rabu (7/10) dini hari.

Berbagai macam bantuan itu antara lain berasal dari Masyarakat Maritim Pelabuhan Tanjung Priok, Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) yang menerima titipan dari pembaca Kompas, dan instansi BUMN, termasuk BNI dan BRI, Pelabuhan Indonesia I, III, dan IV, Wijaya Karya, dan PGN. Menurut keterangan pers Masyarakat Maritim, bantuan yang terhimpun dan dikirim dengan kapal ini mencapai Rp 6 miliar.

Bantuan DKK yang dikirim lewat KM Marina Star 2 berupa air mineral merek Aqua 1200 dos, mi instan 100 dos (12.000 bungkus), satu ton beras, dan dua ton kurma.

Sedangkan bantuan DKK tahap awal yang dikirim dengan menggunakan pesawat AirAsia sudah tiba di Padang dan diserahkan kepada korban gempa hari Minggu (4/10). Bantuan seberat 1,5 ton lebih yang dikirim dengan pesawat ini antara lain berupa 2.400 kaos, 800 selimut, 1.000 sarung, 504 kaleng sarden, dan 1.200 susu kotak.

Bantuan diserahkan oleh tim DKK dan dibantuan karyawan toko buku Gramedia, Padang.

Masih gratis

Ketua Umum INSA (Indonesian National Shipowner' Association) Johnson W. Sutjipto kepada Kompas menjelaskan, melalui anggotanya, INSA telah menyiapkan angkutan gratis dari Jakarta menuju Padang.

Perusahaan pelayaran yang menyiapkan angkutan gratis itu adalah PT Pelni, PT Meratus, PT Humpus, PT Temas, dan PT Djakarta Lloyd.

Sumber: www.kompas.com

Minggu, 04 Oktober 2009

Akibat Gempa, 26 Sarana Kesehatan Rusak

0 komentar
JAKARTA, KOMPAS.com - Gempa yang mengguncang Sumatera Barat dengan kekuatan 7,6 skala richter mengakibatkan total 26 sarana kesehatan rumah sakit dan puskesmas di Sumbar mengalami kerusakan baik ringan hingga berat.

Data itu diungkap oleh Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan, dr Lily S. Sulistyowati, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (4/10 ). Data itu berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Depkes hingga hari Minggu.


Dr Lily menjelaskan, kerusakan sarana kesehatan terdiri dari di kota Padang yaitu RSUP Dr. Djamil Padang sebagian bangunan roboh serta dua RS swasta yaitu RS Selasih dan RS Bensi rusak berat. Di kota Pariaman, Puskesmas Kurai Taji dan Air Santo rusak berat.

Di Kabupaten Agam, papar dia, RSUD Lubuk Basung rusak berat, Puskesmas Lubuk Basung dan Batu Kambing rusak berat. Selain itu, Puskesmas Pasar Ahad rusak ringan, lima Puskesmas Pembantu (Pusdu) di Silayang, Sangkia, Kubu Anau, Anak Aia Dalok, dan Bukik Malintang rusak sedang. "Pusdu Pasar Durian rusak ringan dan dua rumah dinas dokter di Puskesmas Tiku rusak," papar dr Lily.

Di Kabupaten Tanah Datar, lanjut dia, Puskesmas Singgalang dan Pariangan rusak sedang. Di Kab Pesisir Selatan, Puskesmas Lumpo dan Asam Kumbang rusak sedang. Puskesmas Tarusan, Barung Belantai, dan Pasar Baru rusak ringan.

Lebih lanjut dr Lily menjelaskan, untuk membantu korban gempa, sebanyak 3.000 lebih tenaga kesehatan telah dikerahkan ke lokasi termasuk 700 dokter spesialis dan residen. Tenaga kesehatan diambil dari PPK Regional DKI Jakarta, Sumut, Makasar, Sumsel, dan daerah-daerah lain.

Pasien Gempa di RSUD Pariaman Mayoritas Lansia

0 komentar
PARIAMAN, KOMPAS.com - Pasien korban gempa Sumatera Barat (Sumbar) yang saat ini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman mayoritas orang lanjut usia (lansia).

"Sebanyak 80 persen pasien di RSUD Pariaman karena gempa adalah lansia," kata Petugas Bangsal Darurat 1 Khusus Korban Gempa RSUD Pariaman, Yusmarni di Pariaman, Sumatera Barat, Minggu.

Yusmarni menjelaskan, sejak terjadinya gempa berkekuatan 7,6 skala Richter Rabu (30/9) lalu banyak pasien yang dirawat dari Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman.

Pasien yang dirawat sebagian besar merupakan lansia yang terkena reruntuhan puing-puing rumah saat gempa bumi dahsyat melanda Sumatera Barat. "Kebanyakan dari pasien lansia mengeluhkan patah tulang dan luka-luka akibat tertimpa puing-puing rumah saat gempa melanda," katanya.

Ia juga menambahkan, pada saat ini pasien yang masih dirawat di RSUD Pariaman sekitar 43 orang. "Mereka dirawat di bangsal I khusus korban gempa di RSUD Pariaman, sebagian dari pasien gempa dirawat di pelataran bangsal karena ruangan yang ada tidak cukup untuk menampung pasien yang terlalu banyak," katanya.

Pada saat ini hampir seluruh pasien gempa yang dirawat di RSUD Pariaman kondisinya mulai membaik dan tidak ada yang kritis.

Sementara itu, seorang pasien yang dirawat di RSUD, Sarindun (65) warga Desa Lansano, Padang Pariaman mengatakan dirinya dirawat beberapa jam sejak gempa melanda. Dirinya tertimpa puing rumah saat gempa melanda hingga akhirnya mengalami patah tulang dan harus dirawat intensif.

Ia mengaku dirinya tidak bisa segera keluar dari rumah saat gempa mengguncang kawasan itu mengingat usianya yang sudah renta.

Sementara itu, keluarga Sarindun mengharapkan pelayanan di RSUD lebih ditingkatkan lagi karena banyaknya pasien membuat pelayanan medis sedikit lambat.

Sumber : www.kompas.com

Sabtu, 03 Oktober 2009

Di Balik Gempa Bumi Padang

0 komentar
KOMPAS.com — Di sana piring dan gelas, di situ nasi dan lauk. Silakan ambil sendiri,” ucap Tuminah (29) ramah kepada sekelompok orang yang masuk tenda putih alias dapur umum di rumah dinas Gubernur Sumatera Barat.

Sepanjang Jumat (2/10), rumah dinas Gubernur dipenuhi banyak orang. Di tengah minimnya rumah makan yang buka, dapur umum menjadi penyelamat bagi sebagian orang.

Sehari sebelumnya, Kamis (1/10), perkara makan bahkan lebih parah. Para pendatang yang hendak makan malam harus berputar-putar di seantero Kota Padang mencari warung yang buka. Sekelompok wartawan dari Jakarta, misalnya, setelah menyelesaikan pekerjaan mereka mengirimkan berita, pada Kamis menjelang tengah malam berputar-putar ke seluruh penjuru kota untuk mencari warung makan. Setelah dua jam, tidak tampak juga warung yang buka.

Mereka akhirnya menyerah dan bersedia diajak makan di rumah sopir mobil sewaan yang membawa mereka berkeliling sejak siang. Hari Jumat, kondisi serupa masih terjadi. Restoran yang buka di Padang dapat dihitung dengan jari. Satu restoran lumayan besar di Jalan Khatib Sulaiman, misalnya, dipadati pengunjung yang rela antre lama untuk mendapatkan makanan.

Di depan Pasar Ramayana, satu-satunya rumah makan yang buka adalah warung Mie Aceh yang menyediakan mi goreng khas Aceh dan martabak telur. Di depan Kampus Universitas Andalas di kawasan Air Manis, warung pecel lele Jawa Timur juga dipenuhi pengunjung. Pada Jumat siang, lele yang disediakan warung itu ludes.

Azis Chaniago, seorang pemilik rumah makan di Padang, belum membuka warung karena masih berkabung. Dua anggota keluarganya meninggal dunia akibat gempa. Azis baru akan membuka warungnya Senin (5/10) mendatang.

Dapur umum

Minimnya warung makan/restoran yang buka membuat banyak orang menyerbu dapur umum. Menu dapur umum, yakni nasi, mi rebus, dan ikan kaleng adalah penyelamat. Ketiga jenis makanan itu, ditambah air hangat, dikerjakan oleh Tuminah bersama sejumlah rekan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sumatera Barat.

”Sejak dapur umum berdiri pukul 15.00, hingga malam kami memasak tidak ada hentinya. Selesai masak nasi, masak mi rebus, lalu ikan, dan air. Pokoknya kerja terus,” ucap Tuminah.

Selain Tuminah yang kebagian tugas memasak, ada pula sederet anggota Tagana. Piring-piring kotor segera dicuci agar kembali bersih dan dapat digunakan.

Kerja di dapur umum bukanlah pekerjaan pertama Tuminah pascagempa. Pada Rabu (30/9) malam, rumah kontrakannya yang rusak tidak membuat Tuminah berdiam diri. Dia keluar dan segera bergabung dengan kawan-kawannya untuk menolong korban luka.

Setelah tidur hanya dua jam, pada Kamis pagi buta, Tuminah kembali bekerja. Terlebih lagi setelah tenda dapur umum selesai dibangun pada siang hari dan peralatan memasak tiba.

Untuk kebutuhan massal, panci untuk memasak juga berukuran jumbo, yakni berdiameter 60 sentimeter. Memasak dengan panci sebesar itu dilakukan dengan memakai alat pengaduk yang besar pula. Bisa dibayangkan juga kekuatan yang dibutuhkan untuk mengaduk nasi dari beras seberat 15 kilogram untuk sekali masak.

Tuminah senang dengan tugasnya. Baginya, bisa menolong orang lain merupakan sesuatu yang menyenangkan kendati badan harus berlelah-lelah.

Di balik kemudi alat berat jenis loader Komatsu, Kamis siang, Haji Simas tampak lelah. Namun, ia tak sedikit pun berhasrat pulang ke rumah lebih awal. Telah menjadi tekadnya untuk membantu evakuasi korban di Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Prayoga, Padang.

Sehari sebelumnya, Jumat, Haji Simas baru tiba di rumah pukul 23.00 setelah menggerakkan alat berat itu sejak pukul 07.00. Kerja kemanusiaan itu di luar batas pekerjaan normal.

”Saya petugas bongkar muat batu bara. Orang lain membutuhkan bantuan,” kata Haji Simas, operator alat berat milik pengusaha swasta.

Saat kami bercakap-cakap selama 15 menit, Sabtu sekitar pukul 14.00, tiga jenazah dievakuasi dalam kantong warna kuning. Bau anyir tercium kuat, menembus masker yang dikenakan Haji Simas. Dia memejamkan mata, berdoa.

Tak hanya relawan yang mampu mengakselerasikan pembangunan kembali Padang dan Sumatera Barat. Ada manusia-manusia biasa, seperti sopir truk tangki premium, Amri, yang tanpa disadarinya telah berjasa besar. Amri terus mendistribusikan premium ke stasiun pengisian bahan bakar untuk umum agar dapat digunakan banyak orang.

Kediaman Amri, yang tak jauh dari Pelabuhan Teluk Bayur di Indo Villa, Pampangan, Padang, juga rusak. Namun, panggilan pekerjaan melupakan sejenak musibah yang juga dialaminya. ”Saya ikut senang jika antrean sepeda motor dan orang tak lagi menumpuk di pom bensin. Waktu mereka tak cuma habis buat antre,” katanya. (ART/RYO/sah)

Sumber: www.kompas.com

Jumat, 02 Oktober 2009

Facebook Full Batik

0 komentar
TEMPO Interaktif, Jakarta - Situs jejaring sosial Facebook ikut memeriahkan hari Batik hari ini. Para penggunanya di Indonesia membanjiri kolom status maupun komentar tentang batik. Pengguna dari luar negeri ternyata tak ketinggalan.

Umumnya para facebookers itu menuliskan kebanggaannya atau status mereka saat mengenakan batik di lingkungannya. Banyak pula yang ikut berkomentar atau menanyakan asal muasal batik. Salah seorang warga Indonesia di luar negeri juga ikut larut dalam kebanggaan berbatik.

"Batik day too in Nurnberberg," tulis Miranti Soetjipto dalam statusnya. Perempuan ini kini tinggal di Nurnberg Jerman. Dia sempat menuliskan hari ini sudah memakai batik sejak pagi hingga seharian nanti.

Dia juga menuliskan setelah Shalat Jumat masyarakat Indonesia di Nurnberg dan sekitarnya bakal berkumpul dan berpawai di kota kota.

Mereka juga akan membagikan selebaran tentang batik dan mengheningkan cipta untuk korban Gempa. "Biar mereka tahu soal batik juga," ujarnya kepada Tempo.

Tak sedikit pula yang ramai-ramai mejeng di depan kamera dan memajangnya di Facebook. Riuh pula komentar melihat foto mejeng mereka yang berbatik. Bahkan ada pula yang berinisiatif menjajakan dagangan yang bernuansa batik di arena dunia maya ini.

Ekspresi kebanggaan dan kecintaan terhadap batik juga ditunjukkan mereka yang hari ini tidak ikut memakai batik karena suatu alasan. Ada yang menuliskan," Tidak memakai batik karena lagi dicuci," ujar Fitra dan Sunu. Ada pula yang menuliskan,"Biar tidak pakai batik, tetap cinta batik." ujar Poer.

Sumber: www.tempointeraktif.com

Kembali ke Ranah Minang Demi Keluarga

0 komentar
PADANG, KOMPAS.com - Gempa bumi berkekuatan 7,6 skala Richter di Sumatera Barat, Rabu (30/9), tidak hanya menimbulkan kepanikan bagi warga lokal, tapi juga sanak keluarga mereka yang tinggal di berbagai pelosok di Indonesia.

Terlebih, jaringan telepon di Padang dan sekitarnya turut porak-poranda, sehingga menyulitkan komunikasi. Maka, tidak ada pilihan lain kecuali pulang ke kampung halaman mereka.

Para korban gempa yang selamat tentu membutuhkan penguatan dari anggota keluarga mereka. Mohammad Suryo (40) adalah salah satunya.

Gempa yang merobohkan ratusan bangunan di Sumbar itu memaksanya kembali ke Pariaman, Sumatera Barat. Padahal demi alasan menabung, Suryo, yang telah merantau ke Jakarta selama 20 tahun itu bahkan memutuskan tidak mudik ke Ranah Minang pada Idul Fitri 2009.

"Tapi, yang ini beda. Orangtua saya turut menjadi korban gempa," ujar Suryo kepada Kompas.com, Jumat (2/10), di Bandar Udara Minangkabau, Padang.

Suryo awalnya tidak dapat menghubungi kedua orangtuanya pada Rabu (30/9). Padahal, pria yang sehari-hari berdagang di kawasan Cinere ini telah mencoba menelepon ibunya puluhan kali sambil menonton tayangan televisi.

"Saya sangat panik waktu itu," kenangnya.

Akhirnya, pada Kamis (1/10) siang, Suryo berhasil menghubungi kedua orangtuanya.

"Alhamdulillah, orangtua saya luka-luka ringan. Ketika gempa terjadi, orangtua saya sedang menghadiri acara di luar sehingga tidak tertimpa bangunan," katanya.

Nasib rumah orangtua Suryo tidak sebagus nasib orangtuanya. Rumah yang ditinggali sejak kanak-kanak itu rusak cukup parah. Sebagian atap rumahnya rusak parah. Begitu juga dengan perkakas dan lantai rumahnya.

Nasib serupa dialami William (26). Demi mengetahui kondisi orangtuanya yang tinggal di Ula Karang, Padang, pria yang bekerja di Ibu Kota ini mengambil cuti dan pulang ke Padang.

Akibat gempa, orangtuanya mengalami luka-luka ringan. Namun, William tetap ingin melihat kondisi orangtuanya secara langsung.

"Orangtua saya tinggal sendiri. Dua kakak saya berada di luar (negeri)," ujarnya.

William mengatakan, dirinya belum memutuskan kapan akan kembali bekerja di Jakarta. "Tergantung situasi dan keadaan orangtua," ujarnya singkat.

Sumber: www.kompas.com

Sedikitnya 1.100 Orang Tewas akibat Gempa

0 komentar
PADANG, KOMPAS.com — Sedikitnya 1.100 orang tewas dan ratusan lain terluka parah akibat gempa dahsyat di Sumatera dan diperkirakan korban tewas akan terus bertambah.

Data korban terbaru ini diungkapkan Kepala Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) John Holmes kepada wartawan dan dilansir Associated Press. "Jumlah ini saya takutkan akan bertambah. Ribuan orang masih terjebak di reruntuhan rumah dan banyak gedung," kata Holmes.

Fasilitas telekomunikasi sulit menjangkau wilayah gempa dan jalan-jalan rusak sehingga tim evakuasi kesulitan untuk menyampaikan data korban gempa. Hujan lebat yang mengguyur kota Padang dan sekitarnya juga menyulitkan tim evakuasi bergerak.

Rustam Pakaya, kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan, Kamis, juga mengatakan, ribuan orang kemungkinan besar masih terjebak di reruntuhan gedung dan rumah. Diperkirakan korban tewas akibat gempa di Sumatera sebesar korban tewas dalam musibah gempa Yogyakarta tahun 2006 lalu yang menewaskan sekitar 5.000 orang.

Sumber: www.kompas.com

Rabu, 30 September 2009

Jumlah Korban Tewas di RS Bisa Bertambah

0 komentar
JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah korban tewas yang terdata di rumah-rumah sakit (RS) di Kota Padang, kemungkinan besar bakal bertambah hari ini, Kamis (1/10). Dihubungi sekitar pukul 07.00 WIB melalui telepon genggamnya Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan Lily Sulistyowati mengatakan,"Sampai sekarang angkanya masih sekitar 75 orang."


Lebih lanjut Lily mengatakan, kendala penghitungan jumlah korban tewas di beberapa RS muncul karena listrik padam. Selain itu, jalur komunikasi pun terputus.

Terhitung hingga pukul 22.00 WIB, abu (30/9) menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sudah 75 korban tewas. Lalu, pada Kamis (1/10) dini hari, BNPB kembali mencatat setidaknya ada 200 orang korban tewas dan 500 bangunan hancur.

Sumber: www.kompas.com

Besok, Jangan Lupa Pakai Batik!

0 komentar
VIVAnews - Batik memang identik dengan Indonesia, tetapi bukan berarti negara lain tidak bisa mempro-duksinya. Negara tetangga kita, seperti Malaysia, Singapura, bahkan China juga memproduksi batik dengan motif yang cukup beragam. Hal itu ternyata tidak membuat pengakuan dunia internasional terkait batik Indonesia memudar.


Buktinya, UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), akan mengukuhkan batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage). Pengukuhan tersebut akan secara resmi dilakukan pada 2 oktober 2009 mendatang di Prancis.

Untuk jenis batik yang akan dikukuhkan sebagai World Heritage adalah batik tulis dan bukan batik printing. Hal itu karena jenis batik printing juga diproduksi di beberapa negara lain. Batik tulis memang hanya diproduksi di Indonesia.

Pembuatannya yang dilakukan secara manual menggunakan canting serta proses pewarnaan yang memakan waktu cukup lama, membuat corak dan kualitas batik tulis sangat istimewa. Harganya juga lebih tinggi dibandingkan dengan batik yang di cetak atau printing. Untuk membuat batik tulis juga membutuhkan keahlian khusus karena tingkat kesulitan pembuatannya yang cukup tinggi.

Untuk jenis corak batik tulis, ada juga beberapa yang hanya diperuntukkan untuk kalangan kerajaan Jawa dan tidak bisa dibuat oleh orang sembarangan. Hal itu terkait filosofi dan status sosial dari si pemakai. Batik bagi masyarakat Jawa, memang bukan hanya sebuah kain bercorak, tetapi juga penggambaran filosofi kehidupan dan warisan budaya leluhur yang harus dijaga.

Untuk mendukung pengukuhan batik tulis Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage), mari kita memakai batik pada 2 Oktober besok. Tunjukkan rasa bangga kita sebagai bangsa Indonesia, yang memiliki warisan budaya yang luar biasa yaitu batik tulis.

Sumber : www.vivanews